BIMTEK DIGITALISASI PEMBELAJARAN GUGUS BELAJAR 01 SMP NEGERI 9 PURWOREJO

BIMTEK DIGITALISASI PEMBELAJARAN GUGUS BELAJAR 01 SMP NEGERI 9 PURWOREJO Purworejo, Kamis, 17 September 2026— Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pendidik dalam menghadapi perkembangan teknologi serta tuntutan pembelajaran di era digital, Gugus Belajar 01 SMP Negeri 9 Purworejomenyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Digitalisasi Pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, bertempat di SMP Negeri 9 Purworejo, dan diikuti oleh para peserta yang tergabung dalam Gugus Belajar 01. Kegiatan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memberikan penguatan kepada para pendidik agar semakin siap mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut guru untuk terus belajar, beradaptasi, berinovasi, serta mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Didik Sulaeman, S.Pd. Doa bersama tersebut menjadi awal kegiatan agar seluruh rangkaian Bimtek dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Setelah doa, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMP Negeri 9 Purworejo, Bapak Amir, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Digitalisasi pembelajaran tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan perangkat atau aplikasi digital semata, tetapi juga bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif, kreatif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik. Beliau juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan aktif. Pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh selama Bimtek diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing. Dengan demikian, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan perkembangan zaman sekaligus tetap memperhatikan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Ibu Tursilowati, S.Si., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau memberikan penguatan mengenai pentingnya guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan karakteristik generasi peserta didik saat ini. Beliau menekankan bahwa transformasi digital dalam pendidikan harus diiringi dengan perubahan paradigma dalam pembelajaran. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu membimbing peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah, berkolaborasi, serta memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Setelah rangkaian sambutan selesai, kegiatan memasuki sesi utama. Sebelum narasumber menyampaikan materi, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti Pretest. Pretest dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman awal peserta terkait digitalisasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, serta konsep-konsep pembelajaran yang akan dibahas selama kegiatan Bimtek. Hasil Pretest diharapkan dapat menjadi gambaran awal mengenai pengetahuan dan pemahaman peserta sebelum mendapatkan materi dan praktik dari narasumber. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ibu Yuni Tri Supanti, S.T., M.Pd. selaku narasumber. Beliau menyampaikan berbagai materi yang berkaitan erat dengan pengembangan pembelajaran berbasis digital dan penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar. Materi pertama yang disampaikan adalah “Paradigma Pembelajaran dan Pemanfaatan Digital.” Pada sesi ini peserta mendapatkan pemahaman mengenai perubahan paradigma pembelajaran di tengah perkembangan teknologi digital. Guru didorong untuk mampu melihat teknologi bukan sekadar sebagai alat bantu, tetapi sebagai sarana yang dapat memperluas sumber belajar, meningkatkan interaksi, memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam, serta mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai “Pemanfaatan Ruang Murid dan Perancangan MPI.” Materi ini memberikan wawasan kepada peserta mengenai pemanfaatan ruang belajar dan media pembelajaran interaktif dalam mendukung proses pembelajaran. Peserta diarahkan untuk mampu merancang media yang tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga memiliki tujuan pembelajaran yang jelas, mudah digunakan, interaktif, serta mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Materi berikutnya adalah “Penguatan Berpikir Komputasional untuk Pembelajaran.”Melalui materi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kemampuan berpikir komputasional dalam proses pembelajaran. Berpikir komputasional dapat membantu peserta didik dalam mengidentifikasi masalah, menguraikan permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana, menemukan pola, menyusun langkah penyelesaian, serta mencari solusi secara sistematis dan logis. Penguatan berpikir komputasional diharapkan tidak hanya diterapkan pada mata pelajaran yang berkaitan dengan teknologi atau informatika, tetapi dapat diintegrasikan dalam berbagai bidang pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan memiliki kemampuan memecahkan masalah yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan. Materi selanjutnya yaitu “Perencanaan Pembelajaran Interaktif.” Pada sesi ini peserta mendapatkan penguatan mengenai bagaimana menyusun perencanaan pembelajaran yang mampu menciptakan interaksi aktif antara guru, peserta didik, materi, serta lingkungan belajar. Pembelajaran interaktif diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas kepada peserta didik untuk bertanya, berdiskusi, mengeksplorasi, mencoba, berkolaborasi, dan menyampaikan gagasan. Dalam penyampaian materi, kegiatan berlangsung secara interaktif dan partisipatif. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan narasumber, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi, bertanya, menyampaikan pendapat, serta mengembangkan pemahaman melalui berbagai aktivitas yang berkaitan dengan penerapan digitalisasi dalam pembelajaran. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan berusaha memahami berbagai konsep serta praktik yang disampaikan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para pendidik untuk saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, sekaligus menemukan berbagai alternatif dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif. Melalui kegiatan Bimtek ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan berbagai sumber dan teknologi digital untuk menunjang pembelajaran. Selain itu, guru diharapkan mampu mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan interaktif serta merancang pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Setelah seluruh materi dan kegiatan inti selesai dilaksanakan, sebelum memasuki acara penutup, peserta kembali mengikuti Posttest. Posttest dilakukan untuk mengetahui perkembangan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian materi yang disampaikan oleh narasumber. Melalui perbandingan hasil Pretest dan Posttest, peserta maupun penyelenggara dapat memperoleh gambaran mengenai peningkatan pemahaman setelah mengikuti kegiatan Bimtek. Pengisian Posttest sekaligus menjadi bagian dari evaluasi kegiatan untuk mengetahui sejauh mana materi yang telah disampaikan dapat dipahami dan diterima oleh peserta. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan kompetensi guru selanjutnya. Rangkaian kegiatan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Gugus Belajar 01 SMP Negeri 9 Purworejo kemudian diakhiri dengan acara penutup. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah agenda pelatihan, tetapi menjadi langkah nyata dalam membangun budaya belajar dan budaya inovasi di kalangan pendidik. Digitalisasi pembelajaran pada akhirnya bukan semata-mata tentang penggunaan teknologi, aplikasi, atau perangkat digital. Lebih dari itu, digitalisasi pembelajaran merupakan bagian dari upaya menghadirkan proses pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman, memberikan pengalaman belajar yang bermakna, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi kehidupan di tengah perkembangan teknologi yang terus berubah. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat membawa pulang pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi baru untuk diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. Guru diharapkan semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi, mampu merancang pembelajaran yang interaktif, serta terus mengembangkan kreativitas dan inovasi demi terciptanya pembelajaran yang berkualitas. Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Gugus Belajar 01 SMP Negeri 9 Purworejo menjadi momentum penting untuk terus bergerak, belajar, berinovasi, dan beradaptasi. Bersama-sama meningkatkan kompetensi pendidik, menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna, serta memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.